Antusias warga memborong durian di pameran durian ini disebabkan harga yang dijual cukup murah.
Ribuan durian lokal dikenal dengan brand ketan, mentega dan susu ini dijual mulai dari harga terendah Rp25.000 per buah dan tertinggi durian dijual hanya Rp60.000 per buahnya.
Pantauan HARIANKOTA.COM, usai membuka festival durian, Bupati Karanganyar Juliyatmono didampingi Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS), Maryadi Utama, Kepala Bank Indonesia Solo Nugroho Joko P, perwakilan Provinsi Jawa Tengah, Wakil Bupati Karanganyar Rober Christanto tanpak berkeliling stand durian.

Orang nomer satu di Karanganyar itu terlihat tak bisa berhenti mencicipi durian yang dijual. Termasuk tamu undangan lainnya. bahkan, pria yang akrab disapa Juli ini meminta dibukakan durian jenis lainnya.
“Cuba buka lagi jenis durian lainnya. Tak jajale (Tak Cicipi),”papar Juli, Senin (6/2/2023).
Kades Gempolan sekaligus Ketua panitia, Suhardi mengatakan pada festival durian pertama di 2022 silam, perputaran uang hasil penjualan durian selama tiga hari festival berhasil mencapai Rp3 miliar.
Sedangkan pada tahun ini, dimana hari pertama saja, perputaran uang berhasil dibukukan Rp1,5 miliar.
“Angka Rp3 miliar pada festival durian pertama di tahun 2022 itu dibuka pada saat weekend. Sekarang hari biasa saja perputaran uang sudah mencapai Rp1,5 miliar. Mudah-mudahan bisa sama lah seperti tahun lalu, “papat pria yang akrab di sapa Jayus ini.
Jayus mengatakan bazar dan festival durian ini akan digelar sampai Kamis (9/2/2023) besok.
Terdapat 30 pedagang durian terlibat di kegiatan ini. Mereka merupakan petani durian di Gempolan, Jantirejo dan Ganten. Kemudian ada 42 UMKM dan lima stand mainan. Durian yang dijual lokal hasil bumi petani setempat.
Jenis durian ini dikenal ketan, susu dan mentega. Ada pula dijual durian montong, musangking, matahari lokal Gempolan.
“Pengunjung sudah banyak datang ke bazar sini. Mereka dari daerah luar Kerjo. Ada yang makan di tempat dan dibawa pulang,” katanya.


Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.