JAKARTA, HARIANKOTA.COM – Dunia perbankan kembali menjadi sorotan setelah laporan terbaru dari Act for Farmed Animals mengungkap minimnya kebijakan lembaga keuangan global—terutama dari Indonesia—terkait pendanaan terhadap praktik yang membahayakan kesejahteraan hewan dan kelestarian lingkungan.
Laporan bertajuk Banks for Animals 2025 ini mengungkap bahwa 58% dari 100 institusi yang dianalisis belum memiliki kebijakan sama sekali untuk mencegah pendanaan terhadap praktik-praktik tidak etis seperti peternakan industri, pengujian kosmetik pada hewan, eksploitasi satwa dalam hiburan, dan perdagangan bulu.
Act for Farmed Animals, kolaborasi antara Animal Friends Jogja dan Sinergia Animal International, memaparkan bahwa lembaga keuangan di Indonesia termasuk di antara yang mendapatkan nilai terendah.
Lima bank besar nasional yang dianalisis—Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Central Asia (BCA), Bank Rakyat Indonesia (BRI), dan Bank Syariah—tidak menunjukkan adanya komitmen formal dalam mendukung transisi ke arah sistem pangan dan investasi yang lebih etis.
Empat dari lima bank tersebut bahkan meraih skor 0%, tanpa transparansi, perlindungan, atau kebijakan terkait kesejahteraan hewan dalam aktivitas bisnis mereka.
Skor Rendah, Risiko Tinggi
Dalam laporan yang menganalisis lebih banyak institusi dibanding tahun sebelumnya (100 bank tahun ini, naik dari 79 pada 2024), hanya segelintir yang menunjukkan kemajuan berarti.
Triodos Bank dan Volksbank memimpin dengan skor tinggi (92%), sementara lembaga lain seperti Standard Chartered menunjukkan progres dalam menetapkan regulasi lebih ketat mengenai praktik penyembelihan dan penggunaan antimikroba.
Namun secara umum, performa global masih lemah, dengan rata-rata skor hanya 3%. Kondisi ini menunjukkan bahwa sebagian besar sektor keuangan masih tertinggal dalam menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) yang komprehensif, khususnya dalam aspek kesejahteraan hewan.
Aksi Damai, Seruan Etis untuk Industri Keuangan
Sebagai bagian dari kampanye advokasi yang lebih luas, Act for Farmed Animals menggelar aksi damai di depan kantor pusat Bank Mandiri di Jakarta.
Aksi tersebut menampilkan aktivis yang melukis wajah menyerupai hewan ternak, hewan laboratorium, dan hewan hiburan, sebagai simbolisasi penderitaan akibat praktik yang didanai oleh sistem keuangan.
Para aktivis membawa poster dan spanduk bertuliskan “Bank di Indonesia, tolong bertindak untuk hewan,” sambil membagikan selebaran edukatif kepada publik.
Aksi ini bertujuan mendorong dialog terbuka dengan para pemangku kepentingan industri keuangan agar mengadopsi kebijakan investasi yang lebih etis dan berorientasi keberlanjutan.
“Kami menyadari bahwa transformasi sektor keuangan memerlukan waktu, namun urgensi masalah ini tidak bisa diabaikan. Kami menyerukan bank-bank di Indonesia untuk mulai mengintegrasikan prinsip kesejahteraan hewan dalam kebijakan investasi mereka,” ungkap Elfha Shavira, pemimpin kampanye Act for Farmed Animals.
Tantangan Global, Tanggung Jawab Kolektif
Kampanye ini bukan hanya gerakan lokal, melainkan bagian dari gerakan internasional yang dilangsungkan serentak di berbagai negara, termasuk Brasil, Argentina, Kolombia, Chili, dan Thailand.


Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.