Kota Terbebas di Prancis Nih, Tukar Pasangan Sudah Biasa, Warganya pun Bebas Telanjang Bulat

Cap d’Agde salah satu kota di negara Prancis ini tergolong unik dibandingkan kawasan lain di negeri berjuluk kota pusat fashion dunia ini. Dimana, kota kecil yang berada di tepi Laut Mediterania, Prancis merupakan surga bagi kaum pencinta tanpa busana

chat_bubble_outline 0
Cap d'Agde
Kota Terbebas di Prancis Nih, Tukar Pasangan Sudah Biasa, Warganya pun Bebas Telanjang Bulat (Foto: Tangkapan Layar)

Aturan wajib telanjang pada siang hari yang diberlakukan menarik lebih banyak wisatawan. Namun demikian, kaum nudis kini mengaku merasa risi karena wisatawan umum melihat mereka telanjang dengan tatapan yang aneh.

Sebenarnya, di pusat resor ini pernah menjadi tempat taman keluarga dan kolam renang. Tetapi pada tahun 2005 dirobohkan dan diganti menjadi bar dan juga kelab malam.

sayangnya, alih-alih menjadi kawasan kaum telanjang, belakangan lokasi ini lebih banyak dikunjungi oleh mereka yang gila seks.

Kawasan ini pun akhirnya dikenal menjadi ibukota seks karena munculnya klub pertukaran pasangan, hotel cabul dan sebagainya. Wisatawan yang gila seks bisa datang ke kelab malam di sini untuk pesta telanjang.

Mereka juga bisa berenang telanjang di kolam renang hotel hingga larut malam. Kawasan ini juga pernah diserang dan dibakar pada tahun 2009. Kelab dewasa dibakar.

Pelaku diduga merupakan kaum naturis (kaum yang ingin lebih dekat dengan alam dengan telanjang) yang tidak suka dengan kehadiran para penggila seks.  Kini, wisata di kawasan ini hancur akibat pandemi Covid. Hampir 100 wisawatan dinyatakan positif. 

Pada Agustus tahun lalu, dua karyawan juga dinyatakan positif Covid usai pesta cabul. Dilansir dari Mirror, sejak pandemi, masih banyak wisatawan yang tak patuh peraturan. 

Di antaranya penggunaan masker dan jaga jarak sosial. Pembatasan yang diberlakukan juga semakin memperparah kondisi wisata di kawasan ini.

Seorang pelaku bisnis di sini mengaku memiliki 800 karyawan. Sebanyak 300 orang di antaranya terpaksa diberhentikan.

“Saya telah kehilangan 80 persen bisnis saya dan saya bukan satu-satunya. Sekarang banyak orang tidak berminat untuk bersenang-senang sekarang,” katanya.*** 

Tidak ada komentar

Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.

Berita Terbaru Lainnya