KARANGANYAR, HARIANKOTA.COM — Aktivitas jual beli hewan kurban mulai menggeliat menjelang Idul Adha 2026. Di sejumlah peternakan sapi di Kabupaten Karanganyar, permintaan mengalami peningkatan, terutama untuk sapi jenis limousin yang menjadi favorit pembeli.
Peternak sapi asal Karanganyar, Didik Setiawan (41) dari Soor Pring Farm, Gondangrejo mengatakan tren pembelian sapi kurban tahun ini sudah terlihat sejak beberapa waktu terakhir.
Sistem pembelian pun mayoritas menggunakan uang muka (DP), sementara pelunasan dilakukan mendekati hari penyembelihan.
“Biasanya pembeli sudah DP dulu, nanti dilunasi saat mendekati hari H Idul Adha,” ujar Didik, Rabu (6/5/2026).
Menurutnya, sapi limousin masih menjadi primadona di pasar hewan kurban. Bobot yang paling banyak dicari berkisar antara 400 hingga 500 kilogram atau sekitar 4–5 kuintal.
“Yang paling diminati limousin dengan berat segitu, karena dinilai ideal untuk kurban,” jelasnya.
Seiring meningkatnya permintaan, harga sapi juga mengalami kenaikan. Didi menyebut, harga sapi dengan kualitas yang sama kini naik dari sebelumnya sekitar Rp23 juta menjadi Rp25,5 juta per ekor.
“Kenaikan sudah terasa sejak kami belanja sapi dari peternak. Sekarang harga rata-rata Rp25,5 juta,” katanya.
Didi mengelola tiga kandang sapi dengan kapasitas masing-masing sekitar 20 hingga 30 ekor. Stok sapi tersebar di beberapa wilayah seperti Gondangrejo, Sragen, hingga kawasan Tawangmangu, selain kandang utama di Jungke yang melayani wilayah kota.
Ia mengungkapkan, selain pasar lokal, permintaan juga datang dari luar daerah, salah satunya dari Cirebon. Untuk pasar tersebut, sapi berukuran besar dengan bobot lebih dari 800 kilogram hingga 1 ton menjadi incaran.
“Kalau kiriman ke Cirebon biasanya yang besar-besar, harganya bisa Rp45 juta sampai Rp60 juta,” ungkapnya.
Permintaan untuk sapi berukuran jumbo tersebut, lanjut Didi, bahkan berasal dari kalangan tertentu melalui jaringan rekanan, termasuk figur publik.
Dalam menjaga kualitas ternak, Didi menerapkan perawatan intensif dengan memastikan kebersihan kandang dan pemeriksaan rutin oleh tenaga kesehatan hewan dan terpantau CCTV.
“Kami jaga kebersihan kandang, ada pekerja khusus, dan mantri hewan rutin memantau kondisi sapi,” jelasnya.
Ia juga memastikan bahwa kondisi ternak saat ini aman dan tidak terdampak penyakit, termasuk Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang sempat menjadi kekhawatiran peternak.
“Alhamdulillah tidak ada kasus PMK, semua sapi dalam kondisi sehat,” tegasnya.
Menjelang puncak Idul Adha, Didik menargetkan penjualan sapi kurban dari seluruh kandangnya bisa habis semua seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap hewan kurban tahun ini.


Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.