BOYOLALI, HARIANKOTA.COM – Status internasional Bandara Adi Soemarmo resmi kembali aktif.
Kementerian Perhubungan menetapkan bandara ini melalui Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 37 Tahun 2025 sebagai salah satu dari 36 bandara internasional di Indonesia.
General Manager Bandara Adi Soemarmo, Erick Rofiq Nurdin, menyambut kembalinya status tersebut dengan optimisme.
“Bandara siap melayani penerbangan internasional. Kami berharap maskapai kembali membuka rute reguler luar negeri dari Solo,” ujarnya, Rabu (27/8/2025).
Meskipun status internasional sempat dicabut pada 2024, Adi Soemarmo tidak sepenuhnya terputus dari penerbangan luar negeri.
Bandara ini tetap melayani jemaah haji dan umrah karena ditetapkan sebagai embarkasi resmi oleh Kementerian Agama.
Dengan status baru, peluang pembukaan rute reguler menuju Singapura, Malaysia, hingga Timur Tengah kembali terbuka lebar.
Sesuai aturan, Bandara Adi Soemarmo dan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Tengah memiliki waktu enam bulan untuk memenuhi persyaratan administratif.
Dokumen yang harus dilengkapi mencakup rekomendasi dari Kementerian Pertahanan, serta unit kepabeanan, imigrasi, dan karantina.
“Kami sedang berkoordinasi dengan seluruh instansi terkait melalui Komite Fasilitas (FAL) Bandara. Targetnya, layanan internasional reguler bisa segera hadir,” jelas Erick.
Kembalinya status internasional Adi Soemarmo bukan hanya soal prestise, tapi juga peluang besar untuk ekonomi, pariwisata, dan mobilitas pekerja migran. Letaknya yang strategis membuat bandara ini berpotensi menjadi gerbang udara alternatif selain Yogyakarta dan Semarang.
Dengan comeback ini, Adi Soemarmo diproyeksikan tidak hanya sebagai embarkasi haji, tetapi juga sebagai pintu konektivitas global bagi Solo Raya dan sekitarnya.***


Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.