HARIANKOTA.COM – Di balik keindahan gunung-gunung di Pulau Jawa, tersimpan kisah yang terus hidup dari generasi ke generasi. Bukan tentang jalur pendakian yang terjal atau panorama dari puncak, melainkan legenda Pasar Setan, sebuah cerita yang dipercaya muncul di sejumlah gunung dengan misterinya masing-masing.
Hampir semua kisah memiliki benang merah yang sama. Pendaki mengaku mendengar suara riuh layaknya pasar tradisional, padahal di sekeliling mereka hanya ada hutan, kabut, dan kesunyian. Anehnya, cerita serupa muncul di berbagai gunung, meski dengan versi yang berbeda-beda.
Berikut lima legenda Pasar Setan yang paling dikenal di kalangan pendaki.
Pasar Setan Gunung Lawu, Misteri Suara Tawar-menawar di Pos 5
Gunung Lawu menjadi gunung yang paling identik dengan legenda Pasar Setan. Lokasinya dipercaya berada di jalur pendakian via Candi Cetho, tepatnya di sekitar Pos 5 menuju Hargo Dalem.
Banyak pendaki mengaku mendengar hiruk-pikuk layaknya pasar tradisional. Ada suara orang berbincang, langkah kaki, hingga seseorang yang seolah menawarkan dagangan dengan kalimat, “Mau beli apa, Mas?”
Namun saat suara itu dicari, tak ada siapa pun. Yang terlihat hanya pepohonan dan kabut yang menyelimuti lereng gunung.
Cerita lain yang berkembang menyebutkan, apabila mendengar suara tersebut, pendaki sebaiknya tidak merespons ataupun mengikuti arah datangnya suara. Sebagian bahkan melempar uang logam sebagai simbol “membayar” dagangan yang konon ditawarkan. Terlepas dari benar atau tidaknya, kisah tersebut menjadi bagian dari folklore yang terus hidup di kalangan pendaki.
Pasar Setan Gunung Salak, Keramaian yang Muncul Bersama Kabut
Gunung Salak di Jawa Barat dikenal sebagai salah satu gunung yang sarat dengan kisah misteri. Salah satunya adalah legenda Pasar Setan yang dipercaya muncul ketika kabut turun sangat tebal.
Sejumlah cerita menyebut pendaki mendengar suara percakapan, aktivitas jual beli hingga dentingan benda-benda logam dari arah yang tidak diketahui.
Semakin suara itu didekati, justru semakin sulit ditemukan sumbernya. Hingga akhirnya, keramaian tersebut menghilang begitu saja.
Bagi masyarakat sekitar, cerita itu menjadi pengingat agar siapa pun yang memasuki kawasan Gunung Salak tetap menjaga sikap, menghormati alam, dan tidak bertindak sembarangan.
Pasar Setan Gunung Arjuno, Suara Ramai di Tengah Hutan
Legenda Pasar Setan juga berkembang di Gunung Arjuno, Jawa Timur. Beberapa pendaki mengaku pernah mendengar suara ramai menyerupai aktivitas pasar saat melintasi kawasan tertentu pada malam hari.
Ada yang mendengar orang berbicara, tertawa, hingga suara yang menyerupai aktivitas jual beli.
Meski tidak pernah terlihat wujudnya, kisah tersebut terus diwariskan dari satu pendaki kepada pendaki lainnya.
Karena itu, masyarakat setempat selalu mengingatkan agar pendaki menjaga ucapan dan tidak bersikap sombong selama berada di gunung.
Pasar Setan Gunung Slamet, Misteri yang Masih Menjadi Perbincangan
Gunung Slamet juga memiliki cerita tentang keramaian misterius yang terdengar di tengah hutan.
Beberapa kisah menyebut pendaki mendengar suara manusia bercakap-cakap hingga terdengar seperti berada di sebuah pasar, padahal lokasi tersebut jauh dari permukiman.
Meski belum pernah terbukti secara ilmiah, legenda itu masih menjadi bagian dari cerita yang terus hidup di kalangan masyarakat maupun pendaki.
Pasar Setan Gunung Gede, Legenda yang Tak Pernah Hilang
Gunung Gede melengkapi deretan gunung di Pulau Jawa yang memiliki kisah tentang pasar gaib.
Beberapa pendaki mengaku pernah mendengar suara aktivitas manusia ketika melintasi kawasan hutan berkabut pada malam hari. Meski tak pernah melihat sumber suara tersebut, pengalaman itu terus menjadi bahan cerita di kalangan komunitas pendaki.
Sebagian menganggapnya sebagai sugesti akibat kelelahan, sementara sebagian lainnya percaya setiap gunung memang memiliki misteri yang tidak selalu bisa dijelaskan dengan logika.
Legenda yang Terus Hidup di Kalangan Pendaki
Terlepas dari benar atau tidaknya cerita tersebut, legenda Pasar Setan telah menjadi bagian dari kekayaan budaya lisan masyarakat di sekitar gunung-gunung Pulau Jawa.
Hingga kini belum ada penjelasan ilmiah yang dapat memastikan asal-usul suara-suara yang diceritakan para pendaki. Namun justru karena tak pernah benar-benar terjawab, kisah Pasar Setan terus hidup, berpindah dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Barangkali, misteri terbesar bukanlah apakah pasar itu benar-benar ada, melainkan mengapa cerita yang sama terus lahir di gunung yang berbeda, seolah menyisakan pesan bahwa alam selalu menyimpan sisi yang belum sepenuhnya dipahami manusia.***


Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.