KARANGANYAR, HARIANKOTA.COM– Upaya menjaring bibit atlet sejak usia dini menjadi prioritas utama kepengurusan baru Federasi Olahraga Petanque Indonesia (FOPI) Kabupaten Karanganyar.
Selain memperkuat organisasi, fokus utama diarahkan pada pencarian talenta muda guna mendongkrak prestasi di level provinsi hingga nasional.
Sebanyak 13 pengurus FOPI Karanganyar masa bakti 2025–2029 resmi dilantik oleh Ketua FOPI Jawa Tengah, Teguh Santoso.
Pelantikan ini juga melibatkan unsur pemerintah daerah dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Karanganyar sebagai bagian dari penguatan sinergi pembinaan olahraga.
Ketua FOPI Karanganyar, Latri Listyowati, menegaskan bahwa langkah awal yang dilakukan adalah memperluas pengenalan olahraga petanque, khususnya di lingkungan sekolah.
“Fokus kami bukan hanya organisasi, tetapi juga memperbanyak sosialisasi ke pelajar agar muncul atlet-atlet baru,” ujarnya, Kamis (30/4/2026).
Saat ini, FOPI Karanganyar memiliki sekitar 50 atlet aktif yang mayoritas berasal dari kalangan muda. Sejumlah capaian telah diraih, seperti peringkat tiga nomor single putra pada 2021 serta medali emas nomor double di Pra-Porprov 2025.
Menurut Latri, hasil tersebut menjadi fondasi penting untuk memperluas pembinaan sekaligus meningkatkan kualitas atlet yang ada. Target jangka menengah pun mulai dipasang, yakni meraih hasil maksimal di ajang Porprov Jawa Tengah.
Program pembinaan akan diperkuat melalui pendekatan berjenjang, mulai dari tingkat SD, SMP, hingga SMA. Selain latihan rutin, atlet juga akan dibekali penguatan mental melalui berbagai kegiatan pendukung.
Wakil Ketua Harian FOPI Karanganyar, Supriyanto, menyebut latihan saat ini dipusatkan di GOR RM Said. Namun, dari sisi sarana, masih ada keterbatasan.
Untuk memenuhi standar kejuaraan, dibutuhkan lapangan dengan ukuran khusus. Saat ini, Karanganyar baru memiliki 12 lane dan masih membutuhkan tambahan untuk bisa menggelar event berskala besar.
“Kesempatan menjadi tuan rumah kejuaraan provinsi sebenarnya sudah ada, tetapi belum kami ambil karena fasilitas belum sepenuhnya memenuhi standar,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua FOPI Jawa Tengah, Teguh Santoso, menilai pelantikan ini menjadi momentum penting untuk memperluas pembinaan atlet di daerah. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara FOPI, pemerintah, dan KONI agar proses pencarian atlet berjalan optimal.
Menurutnya, perkembangan petanque di Jawa Tengah terus meningkat, dengan hampir seluruh kabupaten/kota telah memiliki kepengurusan aktif.
“Dalam waktu dekat akan digelar Porprov di Semarang Raya. Ini kesempatan bagi daerah, termasuk Karanganyar, untuk menunjukkan hasil pembinaan atletnya,” ujarnya.
Dengan fokus pada pencarian dan pengembangan atlet muda, FOPI Karanganyar berharap mampu menciptakan regenerasi sekaligus meningkatkan daya saing di ajang olahraga tingkat provinsi hingga nasional.


Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.