JAKARTA, HARIANKOTA.COM – Sejumlah aktivis dari koalisi perlindungan hewan Act for Farmed Animals turun ke jalan pada Sabtu lalu, menggelar aksi teatrikal di depan salah satu properti milik Plataran Group di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.
Aksi ini menuntut komitmen Plataran terhadap kesejahteraan hewan, khususnya penerapan penggunaan telur bebas sangkar dalam seluruh lini bisnisnya.
Plataran, grup perhotelan dan restoran premium yang dikenal memiliki nilai ramah lingkungan, disorot karena hingga kini belum menunjukkan itikad untuk beralih dari praktik telur sangkar, meski kampanye publik telah berlangsung selama empat tahun.
Dalam aksi tersebut, 14 relawan tampil unik dengan mengenakan busana pengantin, topeng ayam, hingga properti kandang sangkar di kepala mereka.
Aksi simbolik ini menggambarkan pasangan yang menolak menikah di tempat yang diduga masih menggunakan telur dari ayam yang dipelihara dalam kondisi tidak manusiawi.
Boneka ayam dalam kandang juga dipajang sebagai simbol penderitaan hewan ternak.

“Kami ingin mengingatkan bahwa citra Plataran sebagai perusahaan yang mencintai alam belum sejalan dengan realita di lapangan. Tidak adanya kebijakan kesejahteraan hewan sangat bertentangan dengan nilai-nilai tersebut,” ujar Elfha Shavira, Pimpinan Kampanye dari Act for Farmed Animals, Rabu (23/7/2025).
Selama aksi berlangsung, para relawan juga membagikan 100 selebaran informasi kepada publik, berisi fakta-fakta mengenai kondisi ayam petelur dalam sistem sangkar sempit dan ajakan untuk mendukung kebijakan bebas sangkar.
Menurut Elfha, sistem konvensional yang memaksa ayam hidup dalam kandang kecil seukuran kertas A4 menyebabkan penderitaan fisik dan psikologis luar biasa.
“Ayam-ayam itu bahkan tak bisa membuka sayapnya dengan leluasa, apalagi bertengger atau mandi debu. Ini sangat tidak etis,” lanjutnya.
Sejak 2020, lebih dari 50 perusahaan di Indonesia — baik lokal maupun global — telah menerapkan kebijakan telur bebas sangkar sebagai wujud komitmen terhadap kesejahteraan hewan. Hal ini mencerminkan meningkatnya kesadaran konsumen terhadap asal-usul produk yang mereka konsumsi.
“Kami tidak meminta perubahan besar. Cukup satu langkah konkret: berkomitmen terhadap telur bebas sangkar. Ini juga sejalan dengan semangat keberlanjutan yang Plataran klaim anut,” tegas Elfha.
Act for Farmed Animals, gabungan dari Animal Friends Jogja dan Sinergia Animal, menegaskan bahwa kampanye ini akan terus digalakkan hingga Plataran menunjukkan komitmen nyata terhadap hewan ternak yang ada dalam rantai pasokannya.***


Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.