KALIMANTAN, HARIANKOTA.COM – Bagi banyak anak muda di pedalaman Kalimantan, impian untuk mengenyam pendidikan tinggi kerap berakhir menjadi angan.
Namun kini, satu per satu harapan itu mulai menyala kembali. Melalui program Beasiswa Sobat Bumi Kalimantan (BSBK), PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) menghadirkan harapan baru yang nyata: kuliah gratis hingga lulus S1 bagi pelajar berprestasi dari keluarga prasejahtera.
Tahun 2025 ini, program BSBK hadir lebih luas dan inklusif. Tak hanya menanggung biaya pendidikan, tetapi juga memberikan dukungan hidup, pengembangan karakter, dan pengalaman hijau lewat aksi sosial bertema lingkungan. Program ini tak sekadar memberi dana, melainkan menginvestasikan masa depan.
“Kami tak ingin hanya dikenal sebagai penghasil energi. Kami ingin meninggalkan jejak sosial, membangun manusia,” ujar Sunaryanto, Direktur Utama PHI, yang akrab disapa Anto, Senin (7/7/2025).
Sejak 2024, program ini telah membiayai penuh 15 anak daerah. Tahun ini, jangkauannya diperluas ke lebih banyak kampus dan sekolah mitra di Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Selatan, dengan total 16 perguruan tinggi terlibat.
Berbeda dengan program sejenis, BSBK tak hanya berbicara soal akademik. Penerima beasiswa akan didampingi dengan program peningkatan kapasitas dan pelatihan kepemimpinan.
Mereka juga dilibatkan dalam Aksi Sobat Bumi (Sobi), kegiatan penguatan kepedulian sosial dan lingkungan yang menjadi ciri khas Pertamina Foundation.
“Kami ingin para penerima beasiswa ini tumbuh bukan hanya cerdas, tapi juga peduli dan berdampak. Mereka bukan sekadar mahasiswa, tapi agen perubahan untuk Kalimantan dan Indonesia,” terang Dony Indrawan, Manager Communication Relations & CID PHI.
Dony juga menegaskan bahwa perluasan mitra perguruan tinggi menjadi langkah penting agar anak-anak dari wilayah terpencil bisa kuliah lebih dekat dari domisili mereka, sehingga beban ekonomi keluarga bisa ditekan.
Program BSBK diselenggarakan bekerja sama dengan Pertamina Foundation, yang bertindak sebagai pelaksana dan penyaring peserta. Proses seleksinya meliputi tes potensi akademik, wawancara mendalam, hingga penilaian karakter dan kepedulian lingkungan.
“Kami mencari anak-anak yang punya semangat juang tinggi dan kepedulian sosial. Bukan hanya pintar, tapi juga punya visi,” jelas Agus Mashud S. Asngari, Presiden Direktur Pertamina Foundation.
Semua proses dirancang untuk memastikan bahwa yang terpilih benar-benar siap menjadi pemimpin masa depan, sekaligus membawa nama Kalimantan ke kancah nasional.
Di balik ladang migas dan operasional kilang, PHI menjalankan prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance) untuk menjamin bahwa pertumbuhan perusahaan selalu selaras dengan pembangunan masyarakat. Lewat program TJSL (Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan), PHI aktif membina masyarakat di berbagai sektor — dari pendidikan, lingkungan, hingga tanggap bencana.
Beasiswa BSBK menjadi salah satu pilar kunci, sejalan dengan SDGs, khususnya Pendidikan Berkualitas (Goal 4), Pengurangan Ketimpangan (Goal 10), dan Aksi Iklim (Goal 13).
PHI sendiri merupakan bagian dari Subholding Upstream Pertamina yang beroperasi di Regional 3 Kalimantan (Zona 8, 9, dan 10) melalui anak perusahaan PHM, PHSS, dan PHKT. Dari kantor pusatnya di Jakarta, perusahaan ini mengelola ladang energi dan cita-cita.
“Kami ingin anak-anak Kalimantan ikut menyusun masa depan bangsa. Inilah bentuk nyata dari semangat kami: Energi Kalimantan untuk Indonesia,” tutup Dony.
Pendaftaran Beasiswa BSBK 2025. Batas akhir: 15 Juli 2025. Daftar di: pertaminafoundation.org. Info lengkap: Instagram/Facebook resmi PHI & Pertamina Foundation. ***


Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.