SEMARANG, HARIANKOTA.COM – Upaya pemulihan dan percepatan pertumbuhan ekonomi di wilayah Solo Raya mendapat angin segar lewat peluncuran program Solo Raya Great Sale 2025, sebuah inisiatif kolaboratif yang melibatkan pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat.
Program ini resmi mendapat dukungan penuh dari para kepala daerah di Solo Raya, yang mencakup Kota Surakarta, Kabupaten Sukoharjo, Karanganyar, Boyolali, Klaten, Sragen, dan Wonogiri. Komitmen bersama ditandatangani dalam pertemuan resmi di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Senin (26/5/2025), dan disaksikan langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Lutfi.
“Solo Raya Great Sale bukan hanya ajang promosi dagang. Ini adalah model pembangunan ekonomi berbasis kolaborasi. Kita ingin menunjukkan bahwa daerah mampu menciptakan solusi inovatif di tengah tantangan,” ujar Gubernur Lutfi dalam sambutannya.
Tiga Pilar Penggerak: Perdagangan, Pariwisata, dan Investasi
Program Solo Raya Great Sale 2025 digagas oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Surakarta. Ketua Kadin sekaligus Ketua Panitia, Ferry Septha Indrianto, menjelaskan bahwa konsep ini dirancang dengan fokus pada tiga sektor utama: Trade (perdagangan), Tourism (pariwisata), dan Investment (investasi).
“Kami melihat pentingnya menciptakan ekosistem ekonomi daerah yang sehat, di mana pelaku usaha, UMKM, dan pemerintah daerah bisa berjalan beriringan. Ini bukan event sesaat, tetapi rangkaian kegiatan yang menargetkan dampak jangka panjang,” ujar Ferry.
Selama periode program, berbagai diskon besar-besaran akan ditawarkan di pusat perbelanjaan, sentra kuliner, serta lokasi wisata unggulan di Solo Raya. Selain itu, forum investasi dan pameran UMKM juga akan digelar untuk menarik minat investor dan membuka akses pasar baru bagi pelaku usaha lokal.
Dorongan Publikasi Masif dan Partisipasi Luas
Gubernur Lutfi turut mendorong seluruh pihak untuk memaksimalkan publikasi dan promosi program melalui media massa dan platform digital. Ia menilai, keberhasilan program tidak cukup hanya di atas kertas, tetapi harus dirasakan oleh masyarakat.
“Kepala daerah, dinas-dinas, dan semua elemen harus terlibat aktif. Kalau Solo Raya Great Sale butuh dukungan, bantu. Ini kerja kolektif, bukan kerja satu dua orang. Jika ini sukses, bisa jadi model untuk wilayah lain,” tegasnya.
Menurutnya, jika digarap serius dan masif, Solo Raya Great Sale 2025 bisa menjadi motor penggerak ekonomi yang tak hanya meningkatkan konsumsi, tetapi juga menciptakan lapangan kerja, memperluas pasar UMKM, dan mengundang investasi ke daerah.
Harapan Menjadi Model Nasional
Dengan soliditas lintas sektor dan dukungan penuh dari pemerintah provinsi, Solo Raya Great Sale 2025 diharapkan tak hanya menjadi ajang promosi tahunan, tetapi juga tonggak awal transformasi ekonomi kawasan berbasis potensi lokal.
“Jika berhasil, Solo Raya bisa jadi contoh bagaimana pembangunan ekonomi dimulai dari bawah, dari daerah, dengan kolaborasi yang nyata,” tutup Ferry.**


Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.