KARANGANYAR, HARIANKOTA.COM – Karanganyar bergerak cepat menyambut arah kebijakan nasional dengan menggagas pembentukan Koperasi Merah Putih di setiap desa.
Program ini merupakan langkah nyata dalam membangun fondasi ekonomi kerakyatan yang kuat dan berkelanjutan, selaras dengan visi Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat ekonomi lokal dari akar rumput.
Langkah progresif ini bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari program strategis nasional yang bertujuan mengangkat perekonomian lokal dan menumbuhkan kemandirian ekonomi hingga ke pelosok desa.
Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 menjadi dasar hukum sekaligus arah gerak dari program unggulan ini.
Wakil Bupati Karanganyar, Adhe Eliana, menyampaikan komitmen tinggi dalam merealisasikan target pembentukan koperasi di seluruh desa pada Mei 2025.

“Kami tidak main-main! Jadwal kerja kami susun dengan rapi dan terukur. Target kami jelas: seluruh koperasi sudah aktif dan siap beroperasi sebelum Hari Koperasi pada 12 Juli nanti,” tegas Adhe saat berbincang dengan HARIANKOTA. COM diruang kerjanya, Kamis (8/5/2025).
Lebih dari sekadar tempat simpan pinjam, Koperasi Merah Putih digagas sebagai lokomotif penggerak ekonomi lokal. Melalui koperasi ini, potensi usaha masyarakat akan dikembangkan secara optimal, mulai dari penyediaan sembako murah, layanan kesehatan desa, hingga efisiensi distribusi logistik.
“Koperasi adalah senjata ampuh untuk mengentaskan kemiskinan. Kami tidak tergesa-gesa karena ingin memastikan koperasi yang terbentuk benar-benar berkualitas dan berdampak langsung bagi masyarakat,” ujar Adhe, menepis anggapan bahwa Karanganyar tertinggal dalam implementasi program nasional ini.
Proses pembentukan koperasi di tingkat desa saat ini tengah berlangsung melalui forum Musyawarah Desa Khusus (Musdessus). Pemerintah Kabupaten Karanganyar menargetkan satu koperasi profesional di setiap desa, dengan struktur organisasi yang solid: minimal tiga pengawas dan lima pengurus yang kompeten.
Inisiatif ini merupakan bagian dari target ambisius Presiden Prabowo untuk mendirikan 80.000 koperasi di seluruh Indonesia—sebuah gerakan besar yang diharapkan mampu memperkuat fondasi ekonomi bangsa dari bawah ke atas.
Dengan semangat kolaborasi dan gotong royong, Adhe Eliana mengajak seluruh masyarakat Karanganyar untuk menjadi bagian dari perubahan besar ini.
“Koperasi adalah pilar utama ekonomi rakyat. Mari kita rajut kebersamaan dan semangat kolaborasi untuk menciptakan desa yang mandiri, sejahtera, dan berdaya saing,” tutupnya dengan penuh optimisme.***


Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.