Pertanian Serta Karamba Ikan Dekat Waduk, Picu Tingginya Sedimentasi Waduk Lalung Karanganyar

Daya tampung Bendungan Lalung mengalami penurunan drastis ribuan meter kubik dipicu karena sedimentasi yang cukup tinggi.

14 Februari 2023, 00:20 WIB

KARANGANYAR, HARIANKOTA.COM – Daya tampung Bendungan Lalung mengalami penurunan drastis ribuan meter kubik dipicu karena sedimentasi yang cukup tinggi.

Peningkatan sedimentasi waduk dipicu adanya aktivitas serta tambak ikan di hamparan kering waduk, memperparah kondisi bendungan yang dibangun pada 1943.

“Bendungan Lalung dibangun pada tahun 1943. Usianya sekarang sudah 80 tahun. Awalnya dulu mampu menampung air 5,29 juta meter kubik. Pada 2019 lalu diukur lagi tinggal 4,3 juta meter kubik. Sedimentasi mengakibatkan daya tampungnya berkurang,” papar Sub Koordinator Perencana Operasional dan Pemeliharaan BBWBS, Herawati Ana Purwaningsih, usai membuka forum konsultasi rencana tindak darurat (RTD) Bendungan Lalung di Karanganyar, Senin (13/2/2023).

Ia mengatakan faktor mendapatkan air sangat mudah itulah yang ditempuh para petani mendekatkan lahan pertanian ke waduk.

Sehingga meski kondisi cuaca kering, sawah pertanian milik petani tak ada masalah. Ini disebabkan mudahnya mengambil air.

Namun akibat pola itu, tanah pertanian masuk kedalam waduk. Sehingga ikut memiliki andil membuat sedimentasi waduk bertambah.

Selain itu, air waduknya tercemar unsur kimia obat tanaman.

Sebenarnya, pola yang dilakukan para petani itu sudah berulang kali ditegur oleh pihak BBWSBS melalui pemerintah setempat.

Editor:

Berita Lainnya

Berita Terkini