KARANGANYAR, HARIANKOTA.COM – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat pengembangan olahraga disabilitas melalui National Paralympic Committee (NPC).
Dukungan tersebut ditegaskan saat kunjungan kerja ke Paralympic Training Center NPC di Delingan, Karanganyar, Sabtu (14/2/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Menpora menyatakan pemerintah akan terus memastikan ketersediaan fasilitas terbaik, pemberian apresiasi atas prestasi atlet, serta penguatan sistem pengelolaan dan perawatan aset olahraga nasional.
Erick Thohir mengapresiasi keberadaan Training Center NPC yang disebut sebagai fasilitas olahraga paralimpik pertama dan terbaik di kawasan Asia Tenggara. Menurutnya, fasilitas ini menjadi bukti nyata keseriusan pemerintah dalam membangun ekosistem olahraga inklusif di Indonesia.
“Kerja keras NPC, ofisial, pelatih, dan atlet dibuktikan dengan dukungan konkret pemerintah. Fasilitas ini adalah wujud komitmen tersebut,” ujarnya.
Keberadaan pusat pelatihan tersebut diharapkan mampu mendongkrak kualitas pembinaan atlet paralimpik secara berkelanjutan dan kompetitif di tingkat internasional.
Kemenpora juga memberikan penghargaan atas capaian gemilang atlet NPC yang berhasil meraih 135 medali emas dalam berbagai ajang internasional. Pemerintah tengah mendorong percepatan kebijakan terkait apresiasi finansial sebagai bentuk penghormatan atas prestasi tersebut.
Tak hanya itu, Kemenpora berencana memberikan pendampingan literasi keuangan bagi atlet. Langkah ini bertujuan agar dana apresiasi dapat dikelola secara bijak sebagai tabungan masa depan dan investasi jangka panjang.
Terkait pengembangan infrastruktur, Kemenpora telah berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum atas arahan Presiden Prabowo Subianto. Pembangunan tahap pertama telah berjalan optimal, sementara tahap kedua kini tengah dipersiapkan guna melengkapi sarana dan prasarana yang ada.
Pemerintah menekankan pentingnya keberlanjutan fasilitas melalui mekanisme administrasi yang lebih fleksibel. Kerja sama dengan pihak ketiga pun dimungkinkan, sepanjang prioritas utama tetap pada perawatan dan keberlangsungan aset olahraga.
“Kita tidak ingin fasilitas olahraga yang sudah dibangun dengan baik justru terbengkalai karena kendala perawatan,” tegas Erick.
Selain membuka peluang komersialisasi terbatas untuk mendukung operasional, Kemenpora juga menyiapkan skema hibah guna membantu pembiayaan perawatan fasilitas agar tetap menjadi yang terbaik di Asia Tenggara.
Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, Kemenpora memastikan pembiayaan persiapan menuju ASEAN Para Games tetap menjadi prioritas. Pemerintah akan kembali melakukan evaluasi bersama NPC guna menyusun target dan kebutuhan pembinaan ke depan.
Menurut Menpora, olahraga merupakan duta bangsa yang mencerminkan kekuatan dan martabat Indonesia di mata dunia. Karena itu, dukungan terhadap atlet paralimpik menjadi bagian penting dalam pembangunan olahraga nasional.
Dengan kolaborasi erat antara pemerintah dan NPC, diharapkan prestasi atlet Indonesia terus meningkat, seiring optimalisasi fasilitas yang berstandar internasional dan berkelanjutan.

Tidak ada komentar