Menghadapi Tahun Politik, Warga NU Harus Rapatkan Barisan

26 November 2022, 21:42 WIB

SOLO, HARIANKOTA.COM – Peringatan Hari Santri tahun ini mengambil tema Santri Bermartabat dan Berkompetensi. Hari Santri tahun ini adalah istimewa karena menjelang 1 abad usia NU. 

Selain itu juga mulai memasuki tahun politik. Ketua PC Nahdlatul Ulama (NU) Solo Mashuri meminta agar kalangan NU tidak mudah dipecah belah.

Hal tersebut disampaikan Mashuri saat pembukaan Peringatan Hari Santri Nasional 2022 di Pamedan Pura Mangkunegaran, Kota Solo, Jawa Tengah, Sabtu (26/11/2022).

Menurutnya NU memiliki konsep ‘sawuu shufuufakum’ yang berarti adalah merapatkan barisan harus dalam kondisi solid. Warga NU juga harus memiliki kedewasaan dalam mengambil sikap.

“Harus solid jangan sampai mau diberi pragmatis yang hanya akan memecah belah,” paparnya.

Dalam menghadapi tahun politik 2024, juga harus memiliki kedewasaan bersikap yang terdiri dari tiga kecerdasan. Yakni kecerdasan intelektual,  spiritual dan emosional.

“Dimana ketiganya itu bisa melahirkan kedewasaan sikap dalam bernegara, bermasyarakat bahkan dalam berpolitik. Soliditas ini akan membuat bargaining power yanbg kuat, sehingga tidak mudah dipecah belah kelompok tertentu,” tandasnya.

Ditambahkan Mashuri, PCNU Kota Solo, netral atau tidak memihak kepada kelompok politik manapun. Karena sebagai ulama  wajib mengayomi siapa pun termasuk dari kelompok mana pun.

“Juga harus mampu merekonsiliasi dari berbagai kelompok yang berbeda pendapat dan haluan. Sehingga NU  bisa menjadi rujukan di negara ini. Dalam survei terakhir, dari 270 juta penduduk di Indonesia, sekitar 55 persen penduduknya beramaliyah NU,” pungkasnya.

Berita Terkait