KARANGANYAR, HARIANKOTA.COM – Suara gamelan menggema di lereng Lawu saat Lawu International Gamelan Festival (LIGF) 2025 digelar pada 9–10 Agustus di Puntuk Bulu dan Kebun Hanoman, Karangpandan.
Mengusung tema “Gamelan Evolution”, festival ini memamerkan gamelan dari bahan unik seperti kaca, keramik, hingga batu, dipadukan musik kontemporer dan gamelan meditatif yang menenangkan.
Ketua Panitia, Damar Jati, menyebut festival ini bukan sekadar pertunjukan, tetapi ruang kolaborasi.
“Kami ingin LIGF menjadi forum pertemuan seniman untuk saling berjejaring dan melahirkan inovasi tanpa meninggalkan akar tradisi,” ujarnya.
Ratusan seniman lintas usia dan negara tampil, termasuk Pantcha Indra dari Prancis dan Gamelan Sampah dari Solo. Workshop gamelan yang diikuti 25 peserta mancanegara turut memperkaya agenda.
Kepala Dinas Pariwisata Karanganyar, Hari Purnomo, berharap festival ini menjadi agenda rutin dua kali setahun.
“Selain melestarikan budaya, LIGF diharapkan menjadi magnet wisata baru bagi Karanganyar,” katanya.
Dengan inovasi dan semangat lintas budaya, LIGF 2025 membuktikan gamelan bukan sekadar warisan masa lalu, tetapi seni yang terus hidup dan relevan di era modern.***


Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.