Kanker Darah, Kenali Gejala dan Bagaimana Pengobatannya

24 Januari 2023, 10:13 WIB

HARIANKOTA.COM – Politisi senior PKS sekaligus Wakil Ketua DPRD Karanganyar dari PKS Rohadi Wododo (50). Sosok ramah dan murah senyum ini dikabarkan menderita kanker darah.

Apakah itu kanker darah, penyebab dan bagaimana pengobatannya, dilansir dari halodoc inilah pembahasannya.

Pengertian Kanker Darah
Kanker darah adalah kondisi saat sel darah menjadi tidak normal. Saat terjadi, gangguan ini dapat memengaruhi produksi dan fungsi sel darah. Sebagian besar kasus dari penyakit ini berawal di sumsum tulang sebagai tempat produksi sel darah. Saat terjadi, proses perkembangan sel darah normal menjadi terganggu oleh pertumbuhan yang tidak terkendali dari sel darah abnormal.

Berbeda dengan masalah kanker pada umumnya, kanker darah justru tidak membentuk tumor atau benjolan padat. Selain itu, gejala dari masalah kesehatan ini juga terbilang tidak spesifik dan sering kali disalahartikan sebagai gangguan medis lainnya.

Tipe Kanker Darah
Ada tiga jenis kanker darah yang dapat terjadi, yaitu Leukemia, Limfoma, Myeloma.

Penyebab Kanker Darah
Diketahui jika penyebab dari penyakit ini adalah perubahan (mutasi) dari DNA di dalam sel darah. Hal ini membuat sel-sel darah di dalam tubuh berperilaku abnormal. Pada hampir semua kasus, perubahan ini tidak dapat dikendalikan.

Faktor Risiko Kanker Darah
Apa yang menjadi penyebab pastinya memang belum diketahui. Namun, ada beberapa faktor yang diduga bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami kanker darah, yaitu:

Pria.
Berusia lebih dari 55 tahun.
Adanya anggota keluarga yang mengidap kanker darah.
Memiliki gangguan sistem imunitas tubuh, seperti HIV/AIDS.
Sedang mengonsumsi obat imunosupresan.
Terinfeksi virus pylori atau Epstein-Barr.
Terpapar senyawa kimia, seperti pestisida.
Merokok.
Paparan radiasi.
Alami beberapa kondisi kesehatan dan perawatan.

Gejala Kanker Darah
Gejala yang timbul tergantung dari tipe yang menyerang. Namun, tidak mudah mendeteksi gejala dari gangguan ini karena bisa saja mirip dengan kondisi medis lainnya. Secara umum, gejala dari kanker darah, antara lain:

Tubuh demam dan menggigil.
Mual dan muntah.
Mengalami sembelit.
Sakit tenggorokan.
Sakit kepala.
Tubuh menjadi mudah lelah.
Suka berkeringat pada malam hari.
Mengalami penurunan berat badan secara drastis.
Munculnya bintik berwarna merah pada kulit.
Sering terserang infeksi.
Terjadi pembengkakan pada kelenjar getah bening di area leher, ketiak, atau selangkangan.
Nyeri pada area persendian dan tulang, terutama di bagian tulang belakang atau tulang dada.
Sering mengalami memar dan perdarahan, misalnya mimisan.
Mengalami sesak napas.

Pengobatan Kanker Darah
Pengobatan bergantung pada berbagai faktor, termasuk usia, jenis kanker darah, dan penyebaran yang sudah terjadi. Beberapa penanganan yang umum diberikan oleh dokter mencakup:

  1. Kemoterapi
    Kemoterapi merupakan pilihan pengobatan paling umum untuk kanker. Pengobatan kemoterapi menggunakan bahan-bahan kimia untuk membunuh sel-sel kanker darah.
  2. Terapi Radiasi
    Terapi radiasi menggunakan sinar-X atau sinar energi tinggi lainnya untuk menghancurkan sel ganas dan menghentikan pertumbuhannya. Saat terapi radiasi berlangsung, pengidap berbaring dalam tempat tidur, kemudian peralatan yang besar bergerak dan mengarahkan radiasi pada bagian-bagian tertentu dari tubuh.
  3. Transplantasi Sel Induk
    Transplantasi sel induk atau stem cell dilakukan untuk mengganti sumsum tulang yang sudah rusak dengan sumsum yang sehat. Sel-sel induk yang digunakan bisa berasal dari tubuh sendiri atau tubuh orang lain sebagai pendonor. Kemoterapi atau radioterapi biasanya akan dilakukan sebagai langkah persiapan sebelum menjalani prosedur transplantasi ini.
  4. Terapi Biologis
    Terapi biologis dilakukan guna membantu sistem daya tahan tubuh pengidap kanker darah agar mampu menyerang sel ganas.
  5. Terapi Target
    Terapi target dapat diberikan untuk menyerang sel ganas secara khusus. Contohnya, menghentikan kerja dari protein tertentu pada sel ganas yang dapat menghambat perkembangan dari penyakit.

Komplikasi Kanker Darah
Kanker darah yang terus berkembang dan tidak diobati dapat menyebabkan komplikasi serius dan bahkan mengancam nyawa. Sel-sel kanker dan protein dapat membahayakan organ di dalam tubuh dan bahkan menyebabkan kegagalan organ. Beberapa komplikasi yang dapat terjadi, yaitu:

Patah tulang akibat kanker yang menyerang sumsum tulang.
Hiperkalsemia (kalsium dalam darah tinggi) akibat kerusakan tulang.
Gagal ginjal karena berkurangnya aliran darah.
Kerusakan ginjal.
Infeksi parah.
Anemia berat.
Kebingungan dan/atau perubahan kesadaran.

Pencegahan Kanker Darah
Sejauh ini masih belum dapat dipastikan cara yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya kanker darah. Namun, kamu tetap bisa mengurangi risiko dari penyakit ini dengan cara berikut ini:

Tidak merokok.
Menerapkan pola makan dan pola hidup sehat.
Menggunakan alat pelindung diri jika bekerja pada lingkungan yang berisiko terjadi paparan radiasi dan senyawa kimia.

Berita Terkait