SOLO, HARIANKOTA.COM – International Rain Festival (IRF) 2026 mulai menggeliat dengan menggelar pre-event di kawasan Car Free Day (CFD) Kartasura, Sabtu (10/1/2026).
Acara ini menghadirkan kolaborasi seni lintas negara, salah satunya tarian tradisional Jepang Kashigaya Bon Odori, yang ditampilkan langsung oleh penari asal Jepang.
IRF 2026 merupakan perayaan ungkapan syukur atas berkah hujan yang diwujudkan melalui media seni pertunjukan. Festival utama dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 17 Januari 2026, di Studio Mugidance, Kartasura.
Sebagai rangkaian awal, panitia memilih ruang publik CFD Kartasura, tepatnya di depan BPR Kartasura Makmur, untuk mendekatkan seni kepada masyarakat sekaligus menumbuhkan kesadaran merawat alam.
Penari asal Jepang, Kanae Asakawa, mengaku antusias bisa terlibat dalam pre-event IRF 2026. Ia akan mengajak masyarakat ikut menari tarian khas dari kampung halamannya.
“Saya akan mengenalkan tarian tradisional dari tanah kelahiran saya, yaitu Kashigaya Bon Odori, dan mengajak warga menari bersama,” ujar Kanae.
Tak hanya dari Jepang, sajian seni di CFD Kartasura juga akan dimeriahkan penari dari Taiwan, seniman dari Lombok Timur, serta penampilan kelompok binaan Studio Mugidance.
Direktur Artistik IRF 2026, Mugiyono Kasido, mengatakan keterlibatan masyarakat menjadi kekuatan utama acara ini.
“Ibu-ibu dan anak-anak RT 01 RW 07 Pucangan binaan Studio Mugidance juga akan tampil mengisi CFD,” ungkap Mugiyono.
Selain itu, tarian tradisional Jawa turut melengkapi ragam pertunjukan, dengan penampilan Mugiyono Kasido sebagai master dancer yang diprediksi menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung CFD.
Rangkaian pertunjukan akan dimulai sekitar pukul 07.00 WIB, diawali dengan karnaval berjalan kaki dari titik awal CFD, yakni Gapura Benteng Kartasura.
Para penampil akan menari sambil berjalan menuju titik pentas, diiringi musik live dari alat musik tradisional seperti bende, bel, dan instrumen etnik lainnya.


Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.