Hasil Final dan Daftar Juara MilkLife Soccer Challenge Solo Series 1 2024

28 Juli 2024, 19:11 WIB

SOLO, HARIANKOTA.COM – Partai final MilkLife Solo Series 1 2024 telah bergulir di Lapangan Korea Barat, Solo, pada Minggu (28/7/2024).

Laga final ini mempertemukan dua tim di KU 10 maupun KU 12 seperti yang terjadi di babak final series 1.

Di KU 10, SD Kristen Manahan berhasil keluar sebagai juara usai menumbangkan SD Al Azhar Syifa Budi dengan skor akhir 4-2.

Sementara di KU 12, SD Negeri Tempel sukses membawa pulang gelar kampiun setelah mengatasi perlawanan sengit SD Negeri Cemara Dua dengan skor 2-1.

Pada babak final KU 12 tersebut, kedua tim menerapkan strategi agresif yang saling menekan pertahanan lawan sehingga membuat tensi permainan berlangsung tinggi sejak kick off.

Tekanan yang dilancarkan oleh SD Negeri Cemara Dua segera berbuah gol satu menit setelah sepak mula melalui sepakan kuat dari kaki Nabila Amira Suryanto.

Hal tersebut membuat SD Negeri Tempel lantas mengatur fokus dan lebih sering melancarkan serangan. Sayang, hingga turun minum, skor tidak berubah 1-0 untuk SD Negeri Cemara Dua.

Usai restart, demi mengamankan gelar juara, skuad putri SDN negeri Tempel tak henti-henti mengirimkan gelombang serangan ke gawang lawan.

Hasilnya, Adinda Resti Widayati berhasil menorehkan nama di papan skor dan membuat posisi imbang 1-1.

Akhir dramatis terjadi ketika di menit-menit penghujung laga, Adinda lagi-lagi mencetak gol sehingga membuat sekolahnya unggul 2-1 dan memastikan timnya keluar sebagai juara.

“Awalnya sempat nangis di awal babak pertama karena tertinggal. Tapi aku ingat pesan bapak untuk tenang dan menguasai permainan, terus bisa bangkit menyerang dan balas dengan dua gol. Rasanya puas banget bisa capai target,” ucap Adinda Resti Widayati yang juga meraih gelar Top Scorer KU 12 dengan total 36 gol.

Suwanto, orang tua Adinda Resti Widayati mengaku bangga atas capaian yang diraih sang putri. Pria yang berprofesi sebagai buruh serabutan di sebuah agen gas elpiji ini mendukung penuh anak-anaknya yang ingin terjun di dunia sepak bola putri Indonesia.

“Saya bangga dengan pencapaian putri saya. Tentu hal ini tak lepas dari kerja keras serta tekad kuat Dinda. Dia berlatih setiap hari, pagi dan sore hari bahkan ketika badan sedang tidak fit pun Dinda memaksakan tetap berlatih. Sebagai orang tua tentu melihat semua kerja keras akan membuahkan hasil terbaik,” ucap Suwanto.

Beralih ke KU 10, permainan saling serang ditunjukkan sejak menit-menit awal babak pertama.

Editor:

Berita Lainnya

Berita Terkini