Bupati Karanganyar Tutup Latgab Jungle Rescue, Perkuat Kesiapsiagaan Relawan SAR

Bupati Karanganyar Rober Christanto menutup Latgab Jungle Rescue di Ngargoyoso. Pelatihan ini memperkuat kapasitas dan kesiapsiagaan relawan SAR menghadapi bencana hutan dan pegunungan.

chat_bubble_outline 0
Bupati Rober menutup Latihan Gabungan (Latgab) Pencarian dan Pertolongan (SAR) Jungle Rescue bagi relawan dan potensi SAR Kabupaten Karanganyar

KARANGANYAR, HARIANKOTA.COM  — Bupati Karanganyar Rober Christanto secara resmi menutup Latihan Gabungan (Latgab) Pencarian dan Pertolongan (SAR) Jungle Rescue yang diikuti relawan dan potensi SAR se-Kabupaten Karanganyar di Lapangan Tambak, Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Minggu (3/5/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kapasitas dan profesionalisme personel SAR, khususnya dalam menghadapi operasi penyelamatan di kawasan hutan dan pegunungan.

Dari total 130 pendaftar, sebanyak 95 peserta lolos seleksi awal. Setelah mengikuti seluruh rangkaian pelatihan, 76 peserta dinyatakan lulus.

Ketua Jungle Rescue Relawan Karanganyar, Ade Irawan, menyampaikan bahwa pelatihan ini diselenggarakan sebagai respons terhadap kondisi geografis Karanganyar yang memiliki kawasan hutan luas serta potensi kerawanan bencana.

“Karanganyar membutuhkan personel SAR yang tidak hanya siap secara fisik, tetapi juga memiliki keterampilan teknis dan kemampuan koordinasi yang baik,” ujarnya.

Pelatihan dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama berlangsung pada 25–26 April 2026 di Balai Latihan Kerja (BLK) Karanganyar, kemudian dilanjutkan tahap lapangan pada 1–3 Mei 2026 di Tambak, Desa Berjo. Kegiatan ini didukung oleh 50 panitia serta 20 instruktur berpengalaman.

Materi yang diberikan meliputi dasar-dasar SAR dan jungle rescue, navigasi darat, teknik pencarian, survival, pertolongan pertama, evakuasi korban, manajemen posko, komunikasi, hingga simulasi operasi lapangan.

Dalam sambutannya, Bupati Karanganyar menegaskan bahwa pelatihan ini memiliki peran penting dalam membentuk kesiapsiagaan relawan menghadapi situasi darurat.

“Ilmu yang didapat harus benar-benar diterapkan di lapangan. Relawan SAR adalah garda terdepan dalam operasi kemanusiaan,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya kerja sama tim, ketahanan fisik, serta kesiapan mental dalam setiap operasi pencarian dan pertolongan.

Pemerintah Kabupaten Karanganyar, lanjutnya, berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan kapasitas relawan sebagai bagian dari upaya menjaga keselamatan masyarakat.

Dengan berakhirnya kegiatan ini, diharapkan kesiapsiagaan serta sinergi potensi SAR di Karanganyar semakin kuat, khususnya dalam menghadapi kondisi darurat di wilayah hutan dan pegunungan.

Tidak ada komentar

Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.

Berita Terbaru Lainnya