KARANGANYAR, HARIANKOTA.COM – Penyaluran bantuan bagi warga lanjut usia (lansia) di Karanganyar kembali digelar pemerintah daerah.
Program kolaborasi antara Dinas Sosial Kabupaten Karanganyar, Kementerian Sosial RI, dan Sentra Terpadu Prof Dr Soeharso Solo ini menyita perhatian karena jumlah penerima yang terbatas setelah proses verifikasi ketat dilakukan.
Meski demikian, bantuan tersebut menjadi harapan baru bagi lansia rentan yang selama ini menghadapi berbagai keterbatasan.
Kegiatan penyerahan bantuan berlangsung di beberapa kecamatan dan diikuti para penerima dari Ngargoyoso, Gondangrejo, hingga Mojogedang.
Di lapangan, sejumlah lansia tampak hadir dengan pendamping keluarga, sementara beberapa lainnya diwakilkan karena kondisi kesehatan sudah tidak memungkinkan.
Kehadiran petugas Dinas Sosial yang mengawal proses penyerahan memastikan bantuan diterima tepat sesuai nama dan kebutuhan masing-masing penerima.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Karanganyar, Yopi Eko Jati Wibowo, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari agenda Kementerian Sosial yang diimplementasikan di tingkat daerah.
Dinas Sosial, kata dia, bertugas mengajukan data dan memastikan bahwa bantuan benar-benar sampai kepada kelompok yang layak menerima.
“Bantuan ini adalah program dari Kemensos yang disalurkan melalui Dinas Sosial Karanganyar. Tugas kami memastikan pelaksanaannya berjalan sesuai ketentuan dan sasaran,” ujar Yopi, Kamis (27/11/2025).
Dinas Sosial Karanganyar menekankan bahwa proses verifikasi yang dilakukan bukan formalitas, melainkan seleksi menyeluruh untuk menilai kondisi kerentanan.
Plt Kepala Dinas Sosial Karanganyar, Sulistiyowati, menjelaskan bahwa tim harus memastikan setiap data sudah memenuhi syarat administrasi maupun kondisi faktual.
“Pemberian bantuan tentu kami ajukan ke pemerintah pusat, tetapi tidak semuanya bisa mendapatkan. Hanya mereka yang lolos verifikasi administrasi dan kondisi kerentanan,” tuturnya.
Dalam verifikasi itu, petugas mengecek kondisi ekonomi, status kesehatan, hingga situasi tempat tinggal para calon penerima.
Tidak sedikit pengajuan yang akhirnya gugur karena tidak memenuhi standar kerentanan yang ditetapkan pemerintah pusat.
“Total anggarannya Rp93.700.600 untuk bansos 40 lansia. Mereka sudah melalui proses pengajuan data serta verifikasi oleh Dinas Sosial,” kata Sulistiyowati.
Jenis bantuannya beragam dan disesuaikan dengan kebutuhan tiap penerima. Ada yang menerima kambing sebagai upaya pemberdayaan ekonomi, sebagian mendapatkan paket nutrisi untuk memenuhi kebutuhan gizi harian, dan lainnya menerima kursi roda untuk membantu mobilitas.
Meski bantuan hanya diberikan sekali, banyak lansia mengaku terbantu, terlebih bagi mereka yang hidup sendiri dan tidak memiliki penghasilan tetap.
Dinas Sosial memastikan bahwa bantuan semacam ini tidak hanya digelar tahun ini saja. Pengajuan untuk kelompok rentan—including lansia—akan terus dilakukan secara rutin sesuai mekanisme dari Kemensos.
“Kami tetap mengajukan setiap tahun untuk kelompok rentan. Jadi meski bantuan sekali salur, proses pengajuannya berkelanjutan,” tegas Sulistiyowati.
Dengan seleksi ketat dan pendataan berlapis, pemerintah daerah berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban hidup para lansia serta meningkatkan kualitas hidup mereka.
Selain menjadi bukti hadirnya negara di tengah kelompok rentan, program ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat jaring perlindungan sosial di Karanganyar yang setiap tahun terus diperbarui sesuai kebutuhan masyarakat.***


Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.