UNS Kembangkan Alat EWS Banjir Inklusi untuk Masyarakat Difabel

18 Oktober 2022, 17:23 WIB

SOLO, Hariankota.com – Sekolah Vokasi (SV) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta bersama Pusat Studi Bencana (PSB) UNS mengembangkan alat peringatan dini banjir.

Alat yang menggunakan prinsip Early Warning System (EWS) ini bersifat inklusif bagi masyarakat difabel. Pengaplikasian produk terapan ini bertempat di Dusun Pecakaran, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.

Produk Terapan Peringatan Dini Banjir (EWS) Inklusi merupakan buah kerja Tim Pengabdian Dosen D-3 Teknik Informatika SV UNS yang diketuai Fendi Aji Purnomo, S.Si., M.Eng., bersama Sorja Koesuma, S.Si., M.Si., dari PSB UNS.

Produk Terapan alat EWS inklusi banjir dikembangkan menggunakan teknologi LoRA. LoRA merupakan sistem komunikasi nirkabel untuk Internet of Things (IoT). LoRA menawarkan komunikasi secara jarak jauh dan berdaya rendah.

“Dengan teknologi ini maka biaya bulanan seperti pulsa sudah tidak perlu dilakukan. Catu daya EWS diambil dari tenaga matahari dan disimpan sehingga dapat beroperasi 24 jam,” terang Fendi, Selasa (18/10/2022).

Produk Terapan Peringatan Dini Banjir (EWS) Inklusi memiliki fitur alarm. Alarm atau notifikasi diberikan kepada masyarakat difabel apabila terjadi kenaikan level air. Fitur alarm ini berupa sirine dan lampu indikator.

“Dengan sistem peringatan tersebut diharapkan kepada masyarakat difabel dan komunitas tersebut dapat menerima peringatan dini banjir,” harap Fendi

Kegiatan pengabdian implementasi Produk Terapan Peringatan Dini Banjir (EWS) Inklusi diawali dengan observasi bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan dan Pemerintah Desa (Pemdes) Pecakaran. Selain itu, dilakukan pula penentuan titik rawan banjir, pemasangan alat EWS Banjir, uji coba, kalibrasi level peringatan, serta sosialisasi cara kerja alat EWS banjir dan cara perawatan alat kepada masyarakat Desa Pecakaran.

Dalam sosialisasi Produk Terapan Peringatan Dini Banjir (EWS) Inklusi tersebut, turut hadir Pemdes Pecakaran, BPBD Kabupaten Pekalongan, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Pecakaran, Bintari Foundation, Kelompok Kerja (Pokja) APII Pecakaran, Kelompok Disabilitas Pecakaran, serta tokoh masyarakat. Demi menunjang komunikasi yang efektif dengan beberapa masyarakat tuna rungu, dihadirkan pula Juru Bicara Isyarat sehingga informasi dapat tersampaikan.

“Dukungan oleh Pemerintah setempat sangat besar dalam implementasi alat EWS Banjir di Desa Pecakaran dan besar harapan dapat membantu warga dalam peringatan dini sehingga masyarakat dapat bersiap-siap apabila terjadi kenaikan level air,” tutur Fendi.

Ketua Paguyuban Disabilitas Desa Pecakaran akan hadirnya Produk Terapan Peringatan Dini Banjir (EWS) Inklusi mengaku sangat senang. Ia yakin alat ini dapat membantu masyarakat difabel dalam memahami adanya kenaikan level air. Mereka terbantu dengan adanya lampu yang berwarna warni dan ada suara sirine saat level air tertinggi terjadi.

Akhir sosialisasi dilakukan serah terima Produk Terapan Peringatan Dini Banjir (EWS) Inklusi dari UNS kepada Pemerintah Desa Pecakaran dan dilakukan penandatanganan pernyataan komitmen pemerintah tersebut untuk menjaga dan menggunakan Produk Terapan Peringatan Dini Banjir (EWS) Inklusi dalam sistem peringatan dini banjir di Desa Pecakaran.

Berita Terkait