Santri Diduga Dianiaya Seniornya Hingga Meninggal, Polres Sukoharjo Siap Usut Tuntas

17 September 2024, 17:37 WIB

SUKOHARJO, HARIANKOTA.COM –Seorang santri di Pesantren Tahfidz Az-Zayidiyy Sanggrahan Sukoharjo bernama Abdul Karim Putra Wibowo (13) diduga menjadi korban kekerasan atau bullying oleh seniornya hingga meninggal dunia.

Saat ini kasus tersebut sudah ditangani Polres Sukoharjo. Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polres Sukoharjo bersama Balai Pemasyarakatan (Bapas) Sukoharjo mengingat pelaku masih di bawah umur.

Langkah tersebut berdasarkan dengan Undang-Undang Perlindungan Anak, di mana pendekatan yang digunakan haruslah tetap berkeadilan namun mempertimbangkan hak-hak anak.

“Penangan kasus ini perlu kehati-hatian karena pelaku juga masih anak-anak. Kami tidak hanya fokus pada penegakan hukum, tetapi juga pada pendampingan bagi kedua pihak yang terdampak,” jelas Kapolres Sukoharjo AKBP Sigit, saat rilis kasus Selasa (17/9).

Kronologis kejadian bermula saat pelaku MG (15) mendatangi korban di kamar asrama dengan tujuan meminta rokok. Namun, permintaan itu berujung pada tindak kekerasan. Pelaku dilaporkan memukul dan menendang korban hingga Abdul Karim terjatuh dan tak sadarkan diri.

“Korban dinyatakan meninggal dunia usai insiden tersebut,” lanjutnya.

Jenasah korban kemudian dibawa ke RSUD Dr. Moewardi, Surakarta untuk dilakukan visum dan mengetahui sebab kematian korban. Setelah proses medis selesai, jenazah dikembalikan kepada keluarga di Pucangsawit, Solo.

Peristiwa tragis ini menyisakan kesedihan mendalam bagi keluarga, pihak pondok, dan masyarakat sekitar. Terlebih lagi baik dari pelaku maupun korbannya masih sangat muda.

“Ini adalah tragedi bagi semua pihak. Kami berkomitmen untuk menyelesaikan kasus ini dengan seadil-adilnya, namun juga memastikan bahwa hak-hak anak, baik sebagai korban maupun pelaku, tetap terlindungi,” tandasnya.

Selain itu Polres Sukoharjo juga menyediakan pendampingan psikologis bagi keluarga korban untuk membantu mereka melalui masa-masa sulit ini.

“Kami ingin memastikan bahwa keluarga korban mendapatkan dukungan yang mereka butuhkan, baik dari sisi hukum maupun psikologis,” pungkas Kapolres.

Editor:

Berita Lainnya

Berita Terkini