Mahasiswa UNS Raih Dua Gelar Juara di Ajang Historical Short Movie Competition

13 Oktober 2022, 07:33 WIB

Mahasiswa FKIP UNS meraih dua gelar juara Historical Short Movie Competition

SOLO, Hariankota.com – Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta meraih dua gelar juara Historical Short Movie Competition

Kompetisi tersebut diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Departemen Sejarah, Universitas Negeri Malang (UM). Diikuti 53 peserta dari berbagai universitas.

Dua tim UNS tersebut merupakan mahasiswa dari Program Studi (Prodi) Pendidikan Sejarah UNS. Tim pertama beranggotakan Muhammad Lukman Ramadinata, Davena Salsabilla, dan Lisaras Rizki Akbariani berhasil meraih juara pertama.

Untuk tim kedua yang terdiri atas Edi Saputro, Adriana Lir Aspuri, Khikmah Fatma Sari, Gabriela Kusuma Wardani, dan Eka Alfa Rizqi sukses  menyabet juara 2. 

Menurut Davena Salsabilla timnya  mengusung video tentang Geger Kartasura yang berhasil mengungguli puluhan tim pada kompetisi tingkat nasional ini.

Film ini menceritakan sudut pandang saya sebagai mahasiswa Prodi Pendidikan Sejarah yang memiliki ketertarikan dan penasaran terhadap peristiwa Geger Pecinan di Kartasura pada tahun 1740-1743.

“Ketertarikan diwujudkan dengan pencarian di internet sehingga menemukan fakta bahwa situs Keraton Kartasura merupakan saksi bisu peristiwa tersebut,” jelas Davena, seperti dalam rilisnya.

Lebih lanjut, Ia menjelaskan bahwa benteng dari situs Keraton Kartasura sempat dijebol oleh oknum sehingga mengantarkannya untuk bertemu para stakeholder, mulai dari pihak juru kunci situs Keraton Kartasura, Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Sukoharjo, anggota komunitas Solo heritage Society (SHS), dan seorang siswa SMAN 1 Kartasura. 

“Dari pertemuan tersebut, menemukan simpulan mengenai pentingnya seluruh rakyat Indonesia untuk menjaga dan merawat situs sejarah di masa kini agar tetap lestari,” lanjutnya.


Tim kedua dipimpi Edi membuat film pendek mengangkat  sisi lain Kerajaan Pajang Jaka Tingkir melawan Tumenggung Mayang.

“Melalui film pendek ini, tim kami ingin menguak sisi lain Kerajaan Pajang yang masih belum banyak diketahui masyarakat luas. Selain itu, dari sisi literasi seperti jurnal, artikel maupun Youtube juga masih minim yang membahas sisi lain dari kerajaan ini,” pungkasnya.

Berita Terkait