Kisah Pilu Gerbong Maut Stasiun Bondowoso, Saksi Sejarah Perjuangan Para Pahlwan

Foto Istimewa

19 September 2022, 23:17 WIB

Hariankota.com – Musium
Kereta Api Bondowoso merupakan museum kereta api pertama di Jawa Timur. Berlokasi di Stasiun Bondowoso (Bo).

Dilansir dari laman heritage.kai. id, dimana Stasiun Bondowoso dibangun pada tahun 1893 dan diresmikan pada tanggal 1 Oktober 1897 oleh Staatssporwegen (SS).

Dalam kesempatan yang sama juga dilakukan pembukaan jalur kereta api Jember-Kalisat-Bondowoso-Panarukan. Jalur tersebut merupakan kelanjutan dari pembangunan perkeretaapian yang ada yaitu jalur Bangil-Pasuruan-Probolinggo yang beroperasi pada tahun 1884.

Jalur kereta api Panarukan-Bondowoso-Kalisat-Jember pada awalnya digunakan untuk mengangkut komoditas penting seperti tembakau, kopi, beras dan produk perkebunan lainnya.

Misalkan teh dari Jember, Banyuwangi, Bondowoso dan Situbondo ke Port Panarukan. Stasiun Bondowoso sebagai stasiun terbesar di Bondowoso biasa melayani kereta lokal Jember dan tujuan Panarukan. 

Namun, pada tahun 2004 stasiun Bondowoso dan jalur Panarukan-Bondowoso dinonaktifkan karena infrastrukturnya sangat tua.

Stasiun Bondowoso memiliki nilai sejarah penting yang terjadi pada tanggal 23 November 1947. Acara Dead Carrier adalah pengalihan 100 pejuang yang menjadi tahanan kolonial Belanda dari Stasiun Bondowoso menggunakan tiga mobil pengangkut barang. 

Karena kondisi gerbong tertutup yang diisi oleh lebih dari 30 orang serta panasnya udara pada saat itu membuat 46 pejuang tempur dalam proses pemindahan.

Sebagai upaya untuk melestarikan dan menghormati para pahlawan Indonesia terutama bagi para pejuang yang tewas dalam peristiwa heroik “Gerbong Maut”, Stasiun Bondowoso dikonversi menjadi museum yang merupakan Museum Kereta Api dan Kereta Api Bondowoso

Berita Terkait